Bila disebut pendatang di Malaysia, maka akan merangkumi seluruh kaum yang berada di negara ini kecuali kaum melayu dan orang asli. Tak kiralah mereka warga negara atau bukan, yang pasti pendatang tetap pendatang. Namun yang akan diulas di sini yaitu pendatang dari Indonesia yang datang untuk bekerja dan kemudian kembali kekampung halaman mereka. Bukan tentang kaum yang diberi keistimewaan atas perjanjian kemerdekaan dengan Britis dan sekarang sedang bermegah di tanah melayu.
CARA MASUK
Walaupun hanya satu cara masuk yang resmi untuk bekerja di negara ini yaitu melalui depnaker. Akan tetapi banyak cara lain yang lebih disukai oleh pekerja asing di negara ini. Banyak diantara pekerja asing yang memilih masuk ke negara ini secara tidak sah dan kemudiannya bekerja dengan resmi. Bagaimana bisa? Mudah saja, mereka masuk dengan pertolongan tekong. Cara ini lebih populer dikenali sebagai semokol. Tempat yang dituju pula adalah sanak keluarga yang sudah lama tinggal di Malaysia. Dengan pertolongan kawan atau keluarga tersebutlah pendatang baru ini akan memohon pekerjaan pada majikan/syarikat yang sama. Jika syarikat tersebut adalah syarikat yang bertanggung jawab maka calon pekerja baru yang tidak memiliki dokumen yang sah atau istilah lokalnya pendatang haram. tapi saya lebih setuju dengan istilah yang satu lagi "pendatang tanpa izin", akan dikirim kembali ke Indonesia melalui sebuah agensi pekerjaan. Kemudian akan mengurus pasport serta segala dokumen yang diperlukan untuk memenuhi syarat undang-undang negara ini. Setelah itu semua selesai maka barulah pendatang asing tersebut bekerja sebagai tenaga kerja yang sah. Banyak juga warga Indonesia yang menggunakan visa pelancong untuk masuk ke negara ini. Cara ini lebih disukai oleh mereka yang mempunyai banyak kawan dan keluarga yang berada di Malaysia. Sebab adanya pasport dengan visa pelawat di tangan, meveka bebas bergerak kemana saja yang mereka suka. Ini memungkinkan memilih tempat kerja yang mereka rasa lebih sesuai. Oleh karena pasport pelawat tidak bisa digunakan untuk bekerja maka terpaksalah dikirim kembali, juga melalui agen yang dilantik oleh syarikat berkenaan. Lapangan pekerjaan di Malaysia yang terbuka kepada golongan pendatang asing adalah sangat luas. Tidak memerlukan latar belakang pendidikan tertentu, walau buta huruf sekalipun. Proses permohonan kerja pula adalah sangat simpel dan mudah sekali. Hanya datang berjumpa dengan toke atau wakil majikan yaitu mandor atau supervisor untuk mendaftarkan nama kemudian keesokan hari boleh mulai bekerja. Proses pengurusan surat boleh dilakukan kemudian. Karena yang dimaksudkan di sini yaitu mereka yang datang tanpa dokumen. Bagi mereka yang ingin datang dengan dokumen sah tentunya harus mengalami mimpi ngeri yang panjang semasa pembuatan dokumen itu sendiri. Ini karena untuk megurus sesebuah dokumen diperlukan dokumen lain, saya istilahkan saja "sub dokumen". Setiap dokumen dan sub dokumen pula harus melalui beberapa prosedur dan sub prosdur yang memerlukan tanda tangan tidak gratis, dan sudah pasti tanda tangan ini juga perlu pembayaran dan sub pembayaran yang tidak ada kwitansi. Namun terpaksa dibayar juga karena jika tidak maka akan terdengar perkataan "saya sedang sibuk, datang lain kali saja" setiap kali anda meminta tanda tangan yang sebenarnya adalah persyaratan untuk mendapatkan tanda tangan lain lagi yang juga perlu dibayar. Begitu mudahnya proses pengambilan pekerja disokong dengan banyaknya peluang pekerjaan yang ada menyebabkan begitu pesat kebanjiran pekerja asing di negara ini. Ini ditambah pula dengan sikap peduduk tempatan yang enggan bekerja dengan gaji yang dianggap sangat rendah dan kerja yang berat. Sedangkan bagi pekerja Indonesia gaji tersebut sudah cukup lumayan, berat dan kasar pekerjaan itu mereka tak peduli. Antara yang menjadi pilihan pekerja Indonesia yaitu sektor perkebunan, perkilangan/pabrik, dan pembinaan. Ada juga yang bekerja sebagai pembantu rumah tapi itu tak banyak. Kesemua jenis pekerjaan tersebut tidak memerlukan kemahiran tertentu. Hanya perlu rajin dan "jangan lawan toke" maka anda boleh bekerja dengan aman.
Semenjak operasi pemulangan pendatang tanpa izin yang dilakukan oleh kerajaan Malaysia beberapa masa dulu yang disusuli dengan kempen berterusan, sudah tak banyak lagi syarikat yang mempekerjakan pekeja tanpa dokumen yang sah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment